Wisata di Kota Tambang Sawahlunto dengan Banyak Pilihan Homestay

0
1730

Bello.id – Sukses beralih dari kota tambang ke kota wisata, Kota Sawahlunto terus fokus melakukan pembinaan terhadap masyarakat dan mengembangkan homestay sebagai pilihan akomodasi bagi wisatawan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kota Sawahlunto, Efrianto, mengatakan bahwa untuk akomodasi, Kota Sawahlunto memang hanya memiliki dua hotel yang represetatif. Akan tetapi, untuk melengkapinya ada puluhan homestay yang sudah siap dijadikan tempat bermalam yang nyaman bagi para tamu.

“Yang jauh kami unggulkan adalah homestay karena manfaatnya bisa dinikmati langsung oleh masyarakat. Kami memiliki 52 homestay dengan total 102 kamar, harganya sekitar Rp200-300 ribu per malam,” kata Efrianto usai penyerahan penghargaan di etape keenam Tour de Singkarak 2016 di Taman Wisata Kandi, Sawahlunto, Kamis (11/8).

Homestay di Sawahlunto sangat dibanggakan, karena menurut Efrianto, homestay di sini sudah menjadi percontohan di Indonesia dan sudah mendapat pengakuan nasional dan internasional.

Homestay tersebar di wilayah kota hingga Kampung Talwai. Homestay umumnya dilengkapi dengan fasilitas kamar AC, twin bed maupun double bed, kamar mandi pribadi, meja makan dan dapur bersama, binatu, parkir gratis, taman hingga lounge.

Asosiasi Homestay Sawahlunto bekerjasama dengan situs reservasi akomodasi terkemuka Booking.com dan Traveloka.com untuk mempromosikan akomodasi mereka.

Selain itu, upaya ini juga dilakukan untuk menciptakan daya saing yang positif bagi anggota homestay untuk terus meningkatkan pelayanan, keramahan, kebersihan dan kenyamanan homestay tersebut.

Kota Sawahlunto sendiri dikenal kejayaannya lewat pertambangan sejak zaman kolonial Belanda. Tahun 2000 sektor pertambangan menurun serta tidak lagi menjanjikan, dan kemudian mengalami kejatuhan pada 2001 & 2002.

Pemerintah Daerah lalu berpikir keras untuk mengalihkan Kota Sawahlunto yang semula kota tambang menjadi kota wisata tambang pada 2003.

Kota yang menjadi salah satu daerah dengan angka kemiskinan terendah ini sebelumnya memiliki penghasilan luar biasa dari sektor tambang. Dengan status barunya sebagai kota wisata tambang, menurut Efrianto, pertumbuhan ekonomi masyarakat pun berkembang meskipun butuh kesabaran.

Tapi ada beberapa manfaat lain yang didapat oleh Sawahlunto usai meninggalkan pertambangan, salah satunya dengan adanya penghijauan.

Sumber : pesona.indonesia.travel