Rawon Ponorogo: Sejarah dan Resep Masakan Tradisional Jawa Timur
Rawon Ponorogo

Rawon Ponorogo adalah salah satu masakan tradisional Jawa Timur yang terkenal dengan kuah hitam kental dan daging sapi empuk. Nama rawon Ponorogo berasal dari kota Ponorogo, yang merupakan salah satu pusat budaya dan sejarah Jawa Timur.

Rawon di Ponorogo memiliki cita rasa yang khas dan berbeda dari rawon pada umumnya, karena menggunakan bumbu kluwek yang memberikan warna hitam dan aroma khas pada kuahnya.

Sejarah Rawon Ponorogo

Sejarah rawon Ponorogo tidak bisa dilepaskan dari sejarah kerajaan Mataram Islam yang berdiri pada abad ke-16 di Jawa Tengah. Menurut legenda, rawon Ponorogo diciptakan oleh Ki Ageng Kutu, seorang tokoh yang berperan dalam perlawanan terhadap kerajaan Mataram Islam.

Ki Ageng Kutu adalah seorang pengikut Sunan Kalijaga, salah satu wali yang menyebarkan agama Islam di Jawa. Ki Ageng Kutu juga dikenal sebagai pencipta tari reog Ponorogo, sebuah tarian tradisional yang menggambarkan keberanian dan kekuatan rakyat Ponorogo.

Ki Ageng Kutu membuat rawon Ponorogo sebagai makanan untuk para pejuang yang berjuang melawan kerajaan Mataram Islam. Ia menggunakan bahan-bahan yang mudah didapatkan di daerahnya, seperti daging sapi, kelapa, kluwek, bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, lengkuas, kemiri, ketumbar, garam, gula merah, dan minyak goreng.

Ia memasak daging sapi dengan bumbu-bumbu tersebut hingga empuk dan berkuah hitam. Ia kemudian menyajikan rawon Ponorogo dengan nasi putih hangat, tauge, daun bawang, kerupuk udang, sambal terasi, dan jeruk nipis.

Rawon Ponorogo menjadi makanan yang menghangatkan tubuh dan memberikan energi bagi para pejuang. Rawon di Ponorogo ini juga menjadi simbol perlawanan dan kebanggaan rakyat Ponorogo terhadap penjajahan. Hingga kini, rawon di Ponorogo masih menjadi salah satu masakan favorit masyarakat Jawa Timur, khususnya di daerah Ponorogo dan sekitarnya. Rawon dari Ponorogo juga sudah menyebar ke berbagai daerah di Indonesia dan bahkan mancanegara.

Jika Anda ingin mencoba membuat rawon Ponorogo di rumah, Anda bisa mengikuti resep berikut ini:

Bahan-bahan:

  • 500 gram daging sapi has dalam atau sandung lamur, potong-potong
  • 2 liter air
  • 100 gram kelapa parut
  • 2 lembar daun salam
  • 2 batang serai, memarkan
  • 2 cm lengkuas, memarkan
  • 2 sendok makan minyak goreng
  • Garam dan gula merah secukupnya

Bumbu halus:

  • 10 butir bawang merah
  • 6 siung bawang putih
  • 5 butir kemiri
  • 2 sendok teh ketumbar
  • 1 sendok teh merica
  • 2 cm kunyit
  • 2 cm jahe
  • 50 gram kluwek

Cara membuat:

  1. Rebus daging sapi dengan air hingga empuk. Angkat daging sapi dan sisihkan kuahnya.
  2. Sangrai kelapa parut hingga berwarna cokelat keemasan. Angkat dan haluskan.
  3. Haluskan semua bumbu halus dengan blender atau cobek.
  4. Panaskan minyak goreng dalam panci. Tumis bumbu halus hingga harum dan matang.
  5. Masukkan daging sapi, daun salam, serai, lengkuas, garam, gula merah, dan kuah sapi secukupnya. Aduk rata dan masak hingga mendidih.
  6. Masukkan kelapa sangrai dan aduk rata. Masak hingga kuah mengental dan bumbu meresap ke dalam daging.
  7. Angkat dan sajikan rawon Ponorogo dengan nasi putih hangat, tauge, daun bawang, kerupuk udang, sambal terasi, dan jeruk nipis.

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat!

Bagikan:

Tags:

Tinggalkan komentar