1.672 Warga Suku Baduy Ramaikan Kota Serang

0
256

Jalan-jalan utama di Kota Serang, Banten, dipenuhi 1.672 warga Suku Baduy yang turun gunung, Sabtu (21/4/2018) untuk melakukan prosesi adat Seba Baduy 2018.

Dari pertapaan di Luewidamar, Bumi Kanekes, masyarakat Baduy datang ke Serang dengan berjalan kaki. Mereka menyusuri persawahan, naik turun gunung, keluar masuk hutan dan kampung. Semua dilakukan sembari memikul hasil bumi.

Jarak yang ditempuh dari Leuwidamar hingga Kota Serang sejauh sekitar 115 kilometer. Kedatangan warga Baduy disambut dengan Gebyar Exciting Banten on Seba Baduy. Kegiatan ini dilakukan Dinas Pariwisata Provinsi Banten.

“Seba Baduy merupakan perjalanan spiritual suku adat Baduy. Sebagai penutup ritual Kawalu, yaitu ritual berpuasa selama tiga bulan. Perjalanan tersebut mencerminkan kesederhanaan dan keikhlasan yang kental sarat makna budaya leluhurnya. Masyarakat Baduy yang terkenal tertutup, keluar dan berbaur dengan masyarakat umum,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya, Sabtu (21/4).

Menurut Menpar, sebagai sebuah prosesi budaya Seba Baduy harus dilestarikan. Apalagi ini merupakan salah satu atraksi budaya favorit yang dimiliki Provinsi Banten.

“Budaya itu semakin dilestarikan, semakin mensejahterakan. Selaras dengan itu, keunikan masyarakat Baduy yang menjaga kuat tradisinya justru menjadi kekuatan sendiri yang bernilai jual wisata tinggi. Kemenpar berkomitmen untuk terus mendukung. Seperti Seba Baduy ini yang masuk dalam 100 Wonderful Events Indonesia 2018,” kata Menpar.

Menpar menyoroti kesiapan Dispar Banten dalam menyelenggarakan perhelatan tersebut. Menurutnya Exciting Banten on Seba Baduy merupakan bukti komitmen kuat Provinsi Banten dalam mengembangkan pariwisata.

“Ini yang harus dicontoh daerah lain. Terutama dalam menggelar atraksi untuk mempromosikan pariwisata. Semua berperan aktif mensukseskan acara. Yang penting CEO commitmen. Bila pemimpin daerahnya commit, maka semua go easier. Contoh mudahnya adalah mengenai besaran anggaran untuk pariwisata, dan apakah pemilihan Kepala Dinas Pariwisata-nya sudah yang terbaik. Ini sudah dibuktikan Provinsi Banten,” ujar Menpar Arief Yahya.

Exciting Banten on Seba Baduy yang menyambut warga Suku Baduy memang paten. Wisatawan dihibur oleh segudang pagelaran kesenian. Dari mulai tari-tarian, Rampak Gendang, Pencak Silat, Wayang Golek hingga pagelaran musik dipersembahkan. Semuanya dibalut dengan sound system dan tata panggung yang ciamik.

Menariknya, suguhan tersebut merupakan gambaran dari kayanya potensi destinasi wisata yang dimilik Provinsi Banten. Narasinya dibawakan langsung Kadispar Provinsi Banten, Eneng Nurcahyati. Selain itu pameran potensi pariwisata Provinsi Banten juga ditampilkan dalam acara Gebyar Exciting Banten on Seba Baduy.

“Ini merupakan persembahan yang kami siapkan untuk memeriahkan tradisi Seba Baduy. Sekaligus mempromosikan potensi pariwisata Banten. Hiburan akan kita gelar sampai malam dengan penampilan penyanyi Budi Doremi sebagai puncaknya. Tetapi lebih dari itu, Seba Baduy memiliki makna dalam. Keteguhan, kesederhanaan serta keikhlasan mereka tergambar pada prosesi ini. Ini tradisi yang menarik. Selalu dinanti wisatawan. Terbukti Banten pun semakin ramai wisatawan,” terang Eneng.

Acara semakin meriah ketika rombongan ribuan masyarakat Baduy tiba di lokasi acara. Kehadiran mereka disambut langsung oleh Gubernur Banten, Wahidin Halim beserta Muspida Provinsi Banten. Begitu juga warga masyarakat serta wisatawan, semua tumpah ruah berbaur menyambut masyarakat Suku Baduy.

Penyambutan warga Suku Baduy, juga dimeriahkan dengan pertunjukan Wayang Golek. Kali ini, yang tampil adalah Ki Dalang Yayat Ajen, dari grup Gentra Pujangga. Ki Dalang Yayat Ajen, adalah dalang jebolan sanggar Wayang Ajen Kota Bekasi. Ki Dalang Yayat Ajen adalah binaan Ki Dalang Wawan Ajen.

Penampilan Ki Dalang Yayat Ajen sangat memukau. Ia mampu menghibur ribuan warga Baduy dan juga para penonton lainnya. Aksi piawai Ki Dalang Yayat Ajen, membuat ribuan pasang mata yang menyaksikan larut dalam suasana. Bahkan, sebagian besar tidak beranjak dari tempatnya hingga penampilan wayang golek selesai.

Ramainya warga dan wisatawan yang antusias menyaksikan prosesi tersebut, membawa berkah tersendiri bagi para penjaja kuliner yang berjejer rapi di area acara. Begitu juga para pedagang kaki lima yang menjajakan mainan anak-anak. Lapak-lapak mereka tampak penuh disambangi pembeli sambil menunggu rombongan masyarakat Baduy tiba.

Kang Karnadi misalnya, pria asal Cikaduk Baduy yang menjajakan souvenir khas Baduy. Dagangannya laris manis dibeli wisatawan. Bahkan sehari sebelum acara mereka sudah membukukan transaksi Rp 750.000. Padahal mereka baru saja menata dagangan.

“Langsung laku kang. Pas datang semalam sudah langsung di beli orang. Pagi pas baru mulai rapi-rapi juga sudah ramai di serbu wisatawan yang mencari oleh-oleh,” ujarnya.

Pariwisata, Esthy Reko Astuti sumringah. Baginya berkah para pedagang tersebut merupakan cerminan dari suksesnya acara. Ia mengatakan pariwisata harus berjalan selaras serta mensejahterakan masyarakat.

“Ini merupakan fungsi dari pariwisata. Bayangkan jika hanya 1000 wisatawan yang berbelanja dan satu orang membelanjakan Rp. 100 ribu, sudah ada Rp. 100 jt uang berputar di acara tersebut. Selain itu prosesi ini merupakan bukti kayanya budaya Indonesia, khususnya Banten,” ucap Esthy yang juga Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural Kemenpar itu.

Esthy menambahkan, Menpar Arief Yahya selalu mengatakan bahwa setiap potensi pergerakan orang dalam jumlah masif akan menggerakkan ekonomi. Pergerakan orang sama dengan pergerakan bisnis. Setiap pergerakan orang akan menciptakan pergerakan ekonomi, pergerakan barang dan jasa. Karena itu industri pariwisata pasti akan ikut bergerak.

“Direct impact dan indirect impact-nya besar. Banten ramai semua ikut kebagian rezeki. Belum lagi coverage media. Potensi Banten akan semakin terangkat lagi,” kata Esthy.