Uniknya Arsitektur Masjid Tiban di Malang

0
10547
(Foto : blog.ub.ac.id)

Bello.id – Indonesia punya banyak masjid yang memiliki keunikan, di antaranya yang mungkin kamu pernah dengar ada Masjid Seribu Tiang di Jambi, Masjid Pintu Seribu di Tangerang, dan sebagainya.

Nah, ternyata Malang juga mempunyai mesjid yang unik, yaitu Masjid Tiban.

Masjid Tiban ada di wilayah lingkungan pesantren Turen, Desa Sananrejo, Turen di Malang.

Desain arsitektur masjid ini sangat unik. Sekilas mirip dengan bangunan-bangunan vihara di Thailand, dipadu dengan detail ornamen arsitektur ala Cina, Jawa, Eropa, dan Arab di dalamnya.

Detail ornamen merupakan bagian yang paling penting dalam arsitektur Masjid Tiban yang didominasi warna biru ini. Hiasan kaligrafi Arab memenuhi setiap jengkal tembok dan sisi-sisi bangunan.

Suguhan ornamen di tiap lantai masjid pun berbeda-beda. Saking detailnya, mungkin banyak yang tidak percaya bahwa sebagian besar kaligrafi ini dikerjakan  sendiri oleh para santri dari pesantren.

Hal unik lain adalah adanya sebuah pohon kelapa yang menjulang tinggi persis di tengah bangunan masjid, sehingga konstruksi bangunan Masjid Tiban harus menyesuaikan dengan kontur pertumbuhan pohon kelapa ini.

Selain arsitektur yang megah dan indah, fasilitas di masjid ini bisa membuat pengunjung yang datang berdecak kagum.

(Foto : yayaksupriadi.wordpress.com)
(Foto : yayaksupriadi.wordpress.com)

Masjid ini terbagi dalam beberapa tingkat yang mempunyai fungsi yang berbeda-beda. Tingkat 1-4 digunakan sebagai tempat kegiatan para santri, lantai 6 berfungsi layaknya ruang keluarga, sedangkan lantai 5, 7, 8 terdapat toko-toko kecil yang dikelola santriwati.

Di tiga lantai ini terdapat toko suvenir, makanan ringan, dan toko peralatan ibadah yang bisa dibeli pengunjung yang datang.  Di tiap lantai terdapat tangga dan lift yang bisa dipakai pengunjung. Ada juga area kolam renang yang dilengkapi perahu khusus yang dapat disewa dan dinaiki oleh wisatawan.

Bukan hanya itu, ada juga ruangan akuarium, perpustakaan, dan area satwa yang berisi berbagai jenis binatang seperti kijang, monyet, kelinci, aneka jenis ayam dan burung.

Area pesantren Turen yang berada di sekitar masjid juga sangat lengkap fasilitasnya, mulai dari parkir sampai kantin.

Yang juga perlu diketahui adalah proses pembangunan dari masjid ini yang didanai dan dilakukan sendiri oleh para santri dan masyarakat setempat. Pembangunan ini dilakukan secara bertahap dari tahun 1978 tanpa proses meminta-minta dan hutang, murni swadaya masyarakat dan santri.

Hebatnya, untuk membangun masjid ini para santri tidak menggunakan alat-alat berat dan modern layaknya membangun gedung bertingkat. Semuanya dikerjakan dengan alat-alat sederhana dan material yang apa adanya sesuai dengan bahan yang tersedia pada waktu bangunan dibangun.

Bagi kamu pecinta wisata rohani, rasa-rasanya sayang kalau kamu sampai melewatkan kemegahan arsitektur masjid yang letaknya jauh di dalam pedesaan ini. Jadi, kalau kamu datang ke Malang, jangan hanya datang untuk wisata alamnya ya.

Datang juga ke masjid yang membuktikan bahwa kesabaran dan kerja keras yang disertai keikhlasan dapat membuat sesuatu yang besar dan indah, seperti masjid ini.