https://bello.id/eksotisme-banda-neira-dan-cerita-tentang-pengasingan-bung-hatta/
(Foto : indonesia.travel)

Bello.id – Banda Neira memang istimewa. Banda Neira merupakan salah satu pulau dari sepuluh pulau di gugusan Kepulauan Banda yang terdiri dari tujuh pulau berpenghuni dan tiga pulau pulau tidak berpenghuni.

Pulau eksotis yang satu ini pernah menjadi pusat perdagangan pala dunia yang menjadi rebutan negara penjajah seperti Inggris, Belanda, Portugal, dan Spanyol.

Akan tetapi tahukah kamu, selain menyimpan kekayaan sumber daya alam dan keindahan alamnya, Banda Neira juga memiliki keterkaitan sejarah dengan wakil presiden pertama Republik Indonesia?

Ketertarikan Bung Hatta pada organisasi terlihat ketika ia masih remaja. Beliau bergabung bersama Jong Sumatranen Bond dan menjadi bendahara saat masih berpendidikan di MULO.

Ketika akhirnya beliau tinggal di Rotterdam untuk kuliah, Bung Hatta bergabung dengan himpunan mahasiswa Indonesia di Belanda bernama Indiche Vereeniging.

Himpunan tersebut kemudian beralih fungsi menjadi organisasi pergerakan setelah tiga tokoh pendiri Indische Partij bergabung dan berganti nama menjadi Perhimpunan Indonesia.

Sekembalinya ke Indonesia di tahun 1932, Bung Hatta meneruskan kegiatan berpolitiknya dan bergabung dengan organisasi PNI Baru yang diketuai oleh Sutan Syahrir. Pada tahun 1933 ketika Soekarno diasingkan ke Ende, Flores, Hatta memberi reaksi yang sangat keras.

Pria yang aktif menulis tersebut kemudian mulai menulis mengenai peristiwa pengasingan Soekarno di berbagai media.

Hal tersebut yang kemudian membuat pemerintah kolonial Belanda memfokuskan atensi mereka pada PNI Baru dan menangkap para pimpinannya, termasuk Hatta.

Mereka diasingkan ke Digul, Papua, daerah yang paling terasingkan dan masih dikelilingi hutan rimba dengan ancaman malaria.

Dua tahun kemudian saat terjadi pergantian pemerintahan kolonial Belanda, Bung Hatta dan Sjahrir dipindahkan ke Banda Neira. Di sana keduanya bersosialisasi dengan masyarakat dan membagi wawasan kepada anak-anak sekitar mengenai sejarah, politik, dan sebagainya.

Setelah enam tahun berada dalam pengasingan, keduanya kembali ke Sukabumi pada tahun 1942, hanya sebulan sebelum pemerintah kolonial Belanda menyerah kepada Nippon.

Demikan sedikit cerita pengasingan Bung Hatta di Banda Neira. Jika kamu mengunjungi Banda Neira, sempatkanlah mampir ke Rumah Pengasingan Hatta yang menjadi tempat tinggal Bung Hatta dan Bung Sjahrir selama di Banda Neira.

Bagikan:

Tags:

Tinggalkan komentar