Wih! Pantai Karapyak Bakal Dikembangkan Jadi Destinasi ‘Nomadic, Marine & Dark Tourism’

0
845
(Sumber Foto: dispar.pangandarankab.go.id)

Bello.id – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran mengkaji pengembangan destinasi wisata Pantai Karapyak. Dengan segala keindahan dan pesonanya Pantai Karapyak sangat potensial jika dikembangkan sebagai “Nomadic Tourism”, “Marine Tourism” dan “Dark Tourism”.

Nomadic Tourism yang telah dicetuskan Menteri Pariwisata Arief Yahya sangat potensial jika diterapkan di Pantai Karapyak, dengan didukung adanya Glamping Karapyak dapat menunjang pengembangan Nomadic Tourism di Pantai Karapyak. Penerapan Nomadic Tourism di Pantai Karapyak sangat mudah dan murah.

Hanya perlu adanya atraksi pariwisata yang menarik, maka pengadaan akses dan amenitas bisa dilakukan dengan menggunakan bahan baku yang bisa dipindah. Misalnya dengan glamp camp di destinasi wisata Pantai Karapyak. Tinggal bagaimana pengemasan dalam pemasaran serta dukungan dari perbagai pihak terutama investor yang mau membantu mengembangkan dan menyediakan akses dan amenitas di destinasi wisata Pantai Karapyak.

Marine Tourism sebagai destinasi wisata Pantai, tidak dipungkiri bahwa Wisata Bahari (Marine Tourism) Pantai Karapyak begitu sangat potensial jika lebih dikembangkan dan dikemas sedemikian rupa maka wisata bahari Pantai Karapyak akan semakin berkembang. Dalam pengembangannya Pantai Karapyak memiliki potensi wisata bahari di bidang kuliner, banyak hasil ikan nelayan dari pelelangan di sekitar Pantai Karapyak yang diramu dan dimasak sedemikian rupa untuk para wisatawan yang ingin mencoba kuliner laut khas Pantai Karapyak dari hasil laut nelayan setempat. Ekowisata Bahari Pantai Karapyak, tidak kalah menarik Pantai Karapyak menyajikan ekosistem alam khas laut berupa taman laut serta fauna baik fauna di laut maupun sekitar pantai.

Dark Tourism di Pantai Karapyak sendiri memiliki Liong Village yang menawarkan suatu nilai-nilai dan pembelajaran dari kejadian Tsunami Pangandaran 17 Juli 2006 kepada para wisatawan. Mereka bisa mengambil hikmah dari kejadian Tsunami tersebut dan berpikir lebih dalam. Mereka menjadi sadar bahwa alam dan laut Pangandaran harus senantiasa dijaga dan pemberian edukasi Tsunami sejak dini sangat penting agar tidak banyak lagi korban jiwa karena tidak tahu tentang penyelamatan bahaya Tsunami.

Disamping itu, obyek wisata dark tourism juga dapat dipakai oleh generasi sekarang untuk mengenang tentang saudara saudari kita yang menjadi korban Tsunami Pangandaran. Obyek wisata dark tourism juga membuat orang-orang yang selamat dari Tsunami, dapat mengenang atau mendoakan teman-teman mereka yang tidak cukup beruntung untuk selamat dari kejadian bencana alam tersebut.

Dari ketiga potensi ini bisa disimpulkan bahwa Pantai Karapyak sangat potensial sekali untuk lebih dikembangkan lagi untuk meningkatkan kunjungan wisata ke Kabupaten Pangandaran. Anggaran APBD daerah maupun pusat senantiasa terus diarahkan untuk perbaikan sarana dan prasarana yang ada, namun dalam pengembangannya faktor pendukung dari masyarakat dan investor pun sangat membantu sekali dalam pengembangan destinasi wisata Pantai Karapyak. Oleh karena itu, mari bersama-sama kita dukung Pantai Karapyak untuk lebih ditata dan dikelola sedemikian rupa agar wisatawan betah dan mau berlama-lama berwisata di kawasan tersebut.

(Sumber: dispar.pangandarankab.go.id)