Promosi Wisata, Bandung Bangkitkan Cerita Rakyat

0
1833
Tangkuban Perahu (Foto : indonesia.travel)

Bello.id – Untuk menarik wisatawan, Pemerintah Kabupaten Bandung akan mengembangkan cerita rakyat yang akan dikolaborasikan dengan destinasi yang memiliki legenda, seperti Gunung Tangkuban Perahu dan Kawah Kamojang.

Kabupaten Bandung dinilai punya banyak potensi budaya yang siap dibesarkan, seperti halnya Bali. Di Kabupaten Bandung, cerita rakyat dan dongeng tentang asal usul Cekungan Bandung misalnya, tak pernah habis untuk dikupas.

Bupati Bandung, Dadang M Nasser, mengatakan bahwa pihaknya akan serius menggarap kekayaan adat desa-desa di Kabupaten Bandung. Desa-desa yang kental dengan tradisi adatnya ini menurutnya punya nilai jual baik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

“Saya ingin mencontoh Bali. Bali sudah dikenal luas hingga kancah internasional karena punya ciri khas budaya dalam wisatanya. Budaya yang ada di Bali sudah menjadi industri. Sudah menjadi bahan jualan untuk menarik minat wisatawan,” kata Dadang, seperti dilansir situs Kementerian Pariwisata.

“Kami punya Rampak Kendang di Ciparay. Nanti kami atur supaya itu bisa tampil di Gedong Budaya. Ada juga kampung adat di Cikondang. Kawasan itu bisa dikembangkan menjadi desa wisata dengan pendekatan adat,” tambahnya.

Salah satu destinasi wisata yang mempunyai legenda adalah Kawah Kamojang, yang berada di Kecamatan Ibun dimana di dalamnya terdapat sumber mata air panas. Di Kawah Kamojang terdapat cerita legenda tentang bidadari yang turun dari Kahyangan ke Kamojang untuk mandi di sana. Sementara itu, di Tangkuban Parahu ada cerita Sangkuriang dan Dayang Sumbi.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menilai story telling itu penting sebagai konten promosi. Banyak contoh destinasi yang awalnya bukan apa-apa, tidak banyak dikenal tetapi tiba-tiba meledak setelah dieksplorasi dan dibuat ceritanya dengan baik.

Oleh karena itu, lanjut Arief, 3A harus dipastikan bagus dulu. Atraksi, Amenitas dan Akses menuju ke berbagai destinasi yang ditawarkan itu. Tinggal akses, yang masih harus diperkuat.

“Belitung dengan Laskar Pelangi, New Zealand dengan Lord of The Ringnya, Jeju Island Korea dengan ceritanya, dan lainnya. Bandung itu lengkap, atraksinya banyak, kombinasi antara nature dan culture. Tidak perlu diragukan lagi,” jelas Arief Yahya.