Nyalakan Adrenalinmu di 3 Lokasi Rafting Menantang Ini

0
1776

Bello.id – Sudah pernah mencoba kegiatan arung jeram (rafting)? Masing-masing lokasi rafting itu punya tingkat kesulitan yang berbeda-beda lho.

Mulai dari yang cocok untuk pemula (grade 1), sampai yang hanya cocok untuk kalangan profesional (grade 4-6) karena lokasinya yang cenderung sulit dan berbahaya.

Nah, Indonesia ternyata punya banyak lokasi kegiatan rafting yang gradenya mencapai tingkat 4-6. Tentu saja di grade ini lokasi rafting akan sangat menantang.

Selain dipenuhi arus yang tidak dapat diprediksi, lintasan yang panjang dan berliku, serta bebatuan yang tajam akan menemani sang pengarung selama perjalanan berlangsung.

Kamu cukup punya nyali untuk mengarungi lokasi-lokasi dengan grade 4-6 ini? Kalau begitu kamu harus mencoba lokasi-lokasi rafting berikut ini.

  1. Sungai Asahan
asahan1
(Foto : pedomanwisata.com)

Sungai yang berada di provinsi Sumatera Utara ini disebut-sebut sebagai lokasi arung jeram terbaik ke-3 di dunia, setingkat di bawah Sungai Zambesi di Afrika dan Sungai Coloradi di Amerika Serikat.

Pemerintah setempat juga setiap tahunnya menyelenggarakan kompetisi arung jeram skala internasional di sungai ini dengan nama Asahan Whitewater Festival. Keren banget kan?

Reputasi sungai yang memiliki hulu di Danau Toba ini berasal dari topografi alamnya yang terkenal berliku, bergelombang, curam, dan diapit oleh tebing-tebing terjal dengan kondisi debit air yang tinggi, deras, dan sangat berombak.

Dengan panjang sungai mencapai 22 km, debit air bisa mencapai 120 meter kubik per detik dengan kedalaman sungai mencapai rata-rata sekitar 5 meter.

Medan alam yang berbahaya disertai dengan arus yang deras menjadikan sungai ini mendapatkan grade tingkat kesulitan 4-5 sebagai salah satu lokasi rafting paling menantang di Indonesia.

Kamu bisa menjajal lokasi rafting ini melalui Bandara Polonia menuju Bandar Pulau, Desa Tangga atau memulai dari Bandara Polonia menuju Porsea, Kabupaten Toba Samosir lalu dilanjutkan menuju Desa Tangga yang berjarak 35 km dengan waktu tempuh lebih kurang 1,5 jam. Kedua rute ini dapat Anda tempuh dengan menggunakan kendaraan umum ataupun pribadi.

  1. Sungai Mamberamo
(Foto : saptono.wordpress.com)
(Foto : saptono.wordpress.com)

Jangan ragukan betapa menantangnya Sungai Mamberamo ini. Dijuluki sebagai Sungai Amazonnya Indonesia karena keanekaragaman flora faunanya, Sungai Mamberamo dengan panjang ± 870 km memegang predikat sebagai sungai terpanjang di Papua.

Berlokasi di sebelah selatan Pegunungan Foja, Kabupaten Sarmi, debit air di sungai ini mencapai 5.500 meter kubik per detik.

Dengan lebar 175-800 meter dan  kedalaman sungai berkisar antara 8 hingga 33 m, arusnya sangat deras karena berasal dari pertemuan tiga anak sungai yaitu Tariku, Van Daalen dan Taritatu.

Ini ditambah dengan lokasinya yang susah dijangkau karena berada di daerah pegunungan  Foja-Gautier yang belum terjamah dan merupakan pegunungan tertinggi di daerah ini (2.193 m dpl).

Topografi alamnya juga sangat menantang, karena bentangan alamnya  yang menyerupai cekungan-cekungan besar berkelok-kelok dengan lereng-lereng terjal dan hutan alam ala Amazon disepanjang sungai. Belum lagi curah hujan di sungai ini yang bisa mencapai  5.600 mm/tahun.

Sangat amat menantang kan? Tidak heran sungai ini mendapat predikat tingkat kesulitan dengan grade 5-6. Jadi hanya seorang profesional rafter lah yang bisa menjajal dahsyatnya alur sungai ini.

  1. Sungai Nimanga
(Foto : aerotourismzone.blogspot.com)
(Foto : aerotourismzone.blogspot.com)

Sungai Nimanga berada di Desa Timbukar, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Di sini kamu bisa merasakan adrenalin kamu terpacu dengan menjelajahi  jeram-jeram yang memiliki kemiringan hingga 60 derajat dan berarus deras dan flat di ujung lintasan.

Kamu akan banyak mendapat tantangan-tantangan arung jeram disini, termasuk  Golden Gate (jeram dengan karakter batu-batu besar), Nimanga Hole (lubang air sungai), dan Big Stone (lintasan berbatuan besar). Sungai Nimanga dikenal oleh para atlet arung jeram profesional sebagai sungai dengan grade 3 hingga 5.

Untuk menuju ke lokasi arum jeram Sungai Nimanga tidaklah sulit. Dari kota Tomohon ke arah Sonder, hanya berjarak 10 km. Start rafting di mulai dari desa Timbukar, sedangkan finish di lokasi sungai di desa Tangkuney. Jarak lintasan start ke finish bisa mencapai 9 km dan dapat ditempuh kurang lebih 4-5 jam tergantung derasnya arus sungai.

Siap menguji nyali kamu di sungai-sungai ini?