Nusa Lembongan, Sensasi Liburan yang Beda di Bali

0
5792
Dermaga Jungut Batu di Nusa Lembongan, Bali (Bello.id/Puri Yuwono)

Bello.id – Bicara tentang Bali biasanya pikiran kita akan langsung tertuju pada Tanah Lot, Kuta, Sanur, Legian atau Jimbaran.

Padahal, Bali masih menawarkan begitu banyak destinasi menarik lainnya lho. Salah satu yang akan mengundang rasa penasaran adalah Nusa Lembongan.

Nusa Lembongan merupakan salah satu pulau kecil di Bali yang menjanjikan panorama alam dan laut yang indah, kearifan lokal yang masih terjaga, serta menyediakan beragam jenis wisata menarik, seperti snorkeling, diving, hingga mangrove forest tour.

Hingga saat ini, perjalanan menuju Nusa Lembongan hanya bisa ditempuh melalui jalur laut menggunakan kapal kayu penduduk atau speed boat.

Biasanya wisatawan banyak memilih menggunakan speed boat yang berangkat tiap 1 jam sekali dari Dermaga Pantai Matahari Terbit, Sanur menuju Nusa Lembongan. Pembelian tiket speed boat tujuan Nusa Lembongan dapat langsung dibeli di loket yang tersedia di Dermaga Sanur.

Perjalanan menggunakan speed boat akan memakan waktu kurang lebih 30 menit, dan speed boat akan berlabuh di Dermaga Jungut Batu, Nusa Lembongan.

Begitu sampai di Dermaga Jungutbatu, kamu akan langsung berjumpa dengan banyak penjaja motor sewaan. Jangan heran, sebab motor memang satu-satunya transportasi yang paling pas digunakan untuk mobilisasi di pulau ini.

Meskipun begitu, ada pula sepeda dan angkutan semacam mini shuttle bus yang umumnya sengaja disediakan oleh para pemilik hotel atau cottage untuk para tamu yang menginap di tempat mereka.

Untuk menyewa motor, Anda harus membayar sebesar Rp100.000 per hari. Harga tersebut sebenarnya masih bisa kurang jika kamu mau sedikit bekerja keras untuk menawar.

Berkeliling mengeksplorasi Nusa Lembongan dengan bersepeda motor memberikan challenge dan keseruan tersendiri.

Terlebih, medan yang harus ditempuh tidak terlalu mulus, naik turun berkelok-kelok dikelilingi birunya panorama laut berselingan dengan perbukitan dan hutan-hutan lebat. Asyiknya, kamu bisa sesekali berhenti dan turun sejenak dari motor untuk mengabadikan keindahan yang ada di sekitar dalam bidikan kamera.

Selain masalah transportasi, masalah lain yang sering memicu kekhawatiran saat liburan adalah soal hotel atau penginapan. Namun, kekhawatiran tersebut tak berlaku ketika kamu berada di Nusa Lembongan. Ada begitu banyak hotel ataupun cottage yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas, tetapi harganya sangat terjangkau.

Bisa dikatakan bahwa Nusa Lembongan sangat cocok bagi budget traveler karena di sana kamu masih bisa menemukan hotel atau cottage dengan harga kamar Rp200.000-an per malam, namun sudah lengkap dengan fasilitas layaknya hotel mahal, seperti swimming pool.

Tak seperti Legian, Ubud, Jimbaran, atau destinasi wisata lainnya di Bali yang sudah begitu ramai dengan hiruk-pikuk wisatawan hingga 24 jam nonstop, Pulau Nusa Lembongan terbilang masih cukup hening, sangat cocok sebagai tempat relaksasi dari kepenatan.

Kalaupun ada, wisatawan yang menyambangi pulau ini belum seramai seperti di tempat-tempat lainnya, dan kebanyakan di antara wisatawan yang berkunjung ke Lembongan justru wisatawan asing, bukan turis lokal.

Penduduk Lembongan pun terbilang tak terlalu padat. Menariknya, mereka masih sangat mempertahankan keramahan, kesederhanaan, serta kearifan lokal mereka di saat harus berinteraksi dengan para wisatawan yang “bertamu” ke desanya.

Siang hari berjalan sunyi di Lembongan, dan saat malam tak ada hingar-bingar musik atau kerlap-kerlip lampu nightclub. Pukul 22.00 WITA, kebanyakan masyarakat termasuk para wisatawan yang bermalam di Lembongan sudah tak melakukan aktivitas apapun di luar rumah atau penginapan. Jam 10 malam, Lembongan sudah gelap gulita.

Jadi, kapan mau ke Nusa Lembongan?