Nikmatnya Papeda, Makanan Khas Papua

0
9357
Papeda (Foto : maksindo.com)

Bello.id – Nasi secara umum menjadi makanan pokok di Indonesia, juga Asia. Namun tidak demikian dengan di daerah Papua dan Maluku.

Di Papua, sagu menjadi bahan makanan utama. Masyarakat setempat mengolah Sagu menjadi sebuah makanan yang bernama Papeda yang dijadikan bahan makanan utama pendamping lauk-pauk layaknya nasi.

Sekilas, kalau kamu melihat Papeda, kamu seperti melihat bubur lem berwarna pekat putih yang kental. Cara memakannya pun unik, yaitu dengan memakai sepasang sumpit bambu yang dipegang dengan kedua tangan.

Pertama, ambil Papeda secukupnya dengan menggulung-gulungkan sumpit hingga menggumpal, lalu pindahkan ke piring yang akan kita pergunakan untuk makan. Setelah itu tuangkan lauk-pauk ke piring, dan makan Papeda selayaknya kita makan nasi.

Rasanya? Agak hambar dan tawar memang, namun akan menjadi pas bila disandingkan dengan hidangan populer pelengkap Papeda yaitu ikan kuah kuning. Ini adalah ikan yang dimasak dengan campuran kuah tertentu.

Biasanya ikan kuah kuning ini dibuat dari ikan cakalang, gabus, atau tongkol dengan menggunakan kunyit, jeruk nipis atau belimbing wuluh dalam campuran rebusan kuahnya. Bila disandingkan dengan ikan kuah kuning ini, cita rasa yang didapat dalam menyantap Papeda menjadi gurih, asam, namun segar.

Papeda terbuat dari sari pati tepung sagu murni. Sari pati ini didapatkan dengan cara memotong pokok sagu, lalu bagian pangkalnya diperas hingga sari patinya keluar.

Sari pati ini kemudian disimpan dalam wadah yang bernama tumpang. Bila ingin dimakan, tepung sagu murni  ini diaduk-aduk dalam wajan besar dengan air mendidih secara bertahap hingga nantinya terbentuk adonan yang menyerupai lem yang kental.

Papeda yang sudah dicampur dengan kuah ikan kuning disantap dengan cara disedot dengan mulut, bukan dimakan. Kita harus menyedotnya  perlahan-lahan dari pinggir piring, sambil meminum kuah ikan kuning.

Berbeda dengan nasi, Papeda hanya mempertahankan rasa kenyang dalam beberapa jam, sehingga masyarakat di daerah Papua biasanya mengonsumsi Papeda dalam jumlah yang sangat banyak untuk mempertahankan rasa kenyang lebih lama.

Di balik ini semua, Papeda mempunyai manfaat kesehatan yang luar biasa. Secara ilmiah, papeda mempunyai kandungan karbohidrat setara dengan beras, memiliki serat yang tinggi, rendah kolesterol dan bernutrisi tinggi.

Konon, masyarakat setempat telah membuktikan bahwa Papeda mampu mengatasi pengerasan pembuluh darah, sakit ulu hati dan perut kembung. Bahkan, tingginya kadar serat dalam sagu mampu meningkatkan kekebalan tubuh, mengurangi resiko terjadinya kanker usus, kanker paru-paru, kegemukan dan dapat memperlancar buang air besar.

Jadi, penasaran ingin menyantap Papeda?