Mi Aceh Titi Bobrok vs Mi Gomak

0
2591

Bello.id – Medan punya segudang daya tarik. Salah satunya ada di kulinernya.

Dua kuliner yang wajib kamu cicipi saat berada di Medan adalah Mi Aceh Titi Bobrok dan Mi Gomak.

Kedai Mi Titi Bobrok tak sulit dijangkau karena terletak di pusat kota Medan, tepatnya di Jalan Setia Budi. Sesuai namanya, menu andalan di kedai ini adalah Mi Aceh Titi Bobrok-nya.

Terdapat tiga pilihan jenis Mi Aceh, yakni kuah, goreng dan basah (tidak terlalu kering tetapi juga tidak berkuah).

Berbeda dari khas Mi Aceh kebanyakan yang beraroma rempah sangat menusuk, cita rasa Mi Aceh Titi Bobrok justru berbeda dengan aroma rempah yang tidak menusuk dan tidak terlalu pedas.

Paduan bumbu-bumbu khas Aceh-nya menghasilkan rasa gurih dan lezat yang mampu memanjakan lidah.

Untuk merasakan sensasi kelezatan Mi Aceh Titi Bobrok ini, kamu hanya harus merogoh kocek sebesar Rp8000-Rp17.500 per porsi.

Sebagai pencuci mulut, jangan lupa memesan jus terong Belanda khas Medan yang dijamin akan membuat kamu sedikit mengernyitkan dahi karena sensasi asam, dingin dan segarnya.

Sedikit mengulik sejarahnya, ternyata pemberian nama unik “Titi Bobrok” pada kedai ini berawal dari ketidaksengajaan.

Titi Bobrok yang berarti ‘jembatan rusak’ awalnya digunakan orang-orang untuk menyebut kedai ini karena dahulunya kedai ini terletak di samping sebuah jembatan rusak.

Hingga kini meskipun jembatannya sudah tak lagi rusak, sebutan “Titi Bobrok” tak berubah bahkan telah menjadi ikon kuliner di tengah masyarakat Medan.

Bergeser dari pusat Kota Medan, tepatnya di daerah Ajibata, Kabupaten Simalungun saya mencoba kuliner khas Sumatra Utara lainnya yang tak kalah unik dan lezat, yaitu Mi Gomak.

(Foto : Bello.id/Puri)
Mi Gomak, kuliner Medan (Foto : Bello.id/Puri)

Untuk menemukan Mi Gomak tidak sulit. Banyak restoran atau rumah makan yang terdapat di Kota Siantar, Kabupaten Toba Samosir, Kabupaten Tapanuli Utara, hingga Pulau Samosir menyediakan menu ini.

Tetapi bagi kamu yang muslim, sebaiknya tetap harus memastikan dulu bahwa restoran atau rumah makan yang kamu datangi memajang label halal di pintu masuknya.

Mi Gomak merupakan masakan khas tanah Batak Toba. Tak kalah dengan Mi Titi Bobrok, Mi Gomak juga menyimpan cerita unik dibalik namanya.

Bahkan ada beragam versi yang muncul mengenai asal usul nama “Gomak” ini. Salah satunya menyebutkan bahwa mi ini dinamakan Mi Gomak karena dahulunya mi ini disajikan dengan cara digomak-gomak (‘digenggam menggunakan tangan’).

Sebutan itu pun terus digunakan hingga sekarang, meskipun saat ini tidak lagi dihidangkan dengan cara digomak-gomak.

Mi yang biasa dijadikan menu sarapan pagi oleh masyarakat Batak Toba ini memiliki tekstur dan cita rasa yang sangat khas. Mi-nya panjang, kenyal, berukuran lebih lebar dari lidi, berwarna agak oranye dan sedikit mirip spageti Itali. Itu juga yang menyebabkan Mi Gomak sering dijuluki spageti Batak.

Kuahnya mirip gulai, bersantan tetapi tidak terlalu kuning, dan rasanya gurih. Yang membuat cita rasa khas Batak makin kentara dari masakan ini adalah aroma dan rasa bumbu andaliman (merica khas tanah Batak).

Mi Gomak biasa disajikan dengan taburan kerupuk merah dan tambahan kuah tauco berisi irisan cabai hijau.

Untuk menikmati kelezatan spageti Batak ini sebagai menu sarapan pagi, Anda hanya perlu mengeluarkan uang sebesar Rp10.000 untuk satu porsi ditambah Rp3.000,00 untuk segelas teh manis hangat.

Harga yang terbilang sangat murah untuk menikmati sensasi sarapan pagi istimewa ditemani panorama Danau Toba yang indah dan hangatnya matahari pagi.