Mencintai Tanah Kelahiran dalam Bali Art Festival

0
1989

Bello.id – Bali Art Festival kembali hadir selama sebulan penuh pada 11 Juni—9 Juli 2016. Festival ini akan berlangsung di Taman Werdhi Budaya Arts Centre, Denpasar, Bali.

Ini adalah saat yang tepat bagi kamu untuk menyaksikan kekayaan budaya Bali melalui seni pertunjukan dan pameran yang memikat sekakigus menghibur.

Di tahun ke-38 ini, Bali Art Festival mengangkat tema “Paasuk Wetuning Bhuwana: Mempertahankan Keseimbangan dan Sinergi Universal”. Festival ini menjadi kebanggaan masyarakat Bali untuk menunjukkan kemampuan dan kebolehan seniman setempat.

Berbagai acara inovatif dan kreatif ditampilkan dalam Bali Art Festival untuk menggali, melestarikan, dan mengembangkan seni budaya Bali. Festival ini juga didesain untuk mengangkat citra Bali sebagai tujuan wisata internasional yang aman dan nyaman.

Saksikan berbagai tarian tradisional maupun kontemporer, pertunjukan wayang, musik dan kompetisi yang mengisi agenda festival ini. Ratusan perajin dari Kota Denpasar, serta pulau-pulau tetangga lainnya juga ikut bepartisipasi dan menampilkan hasil kerajinan mereka.

Jadwal mingguan Bali Art Festival biasanya diisi dengan pertunjukan musik tradisional dan resital gamelan, serta tak ketinggalan pemutaran film-film dokumenter Bali.

Gong Kebyar, pertunjukan gamelan yang dimainkan anak-anak Bali, juga kerap ditampilkan di panggung terbuka berdekor amphitheatre. Pertunjukan Gong Kebyar seringkali menjadi sorotoan karena keunikannya dalam memadukan vokal, musik dan kolaborasi tarian.

Jangan lewatkan upacara pembukaan Bali Art Festival untuk menyaksikan pertunjukan balet tradisional, atau yang lebih dikenal dengan “sendratari”.

Pada hari biasa, Denpasar Art Centre adalah sebuah galeri untuk mengagumi patung-patung megah dan arsitektur khas Bali. Namun pada saat Bali Art Festival berlangsung, komplek ini menjadi hidup dengan dekorasi tradisional penuh warna berbahan dasar bambu dan daun kelapa.

Bali Art Festival atau Pesta Kesenian Bali  telah menjadi tradisi tahunan yang menampilkan keragaman dan ekspresi keindahan Bali. Awalnya, festival ini dikonsep oleh Prof Dr. Ida Bagus Mantra yang seorang budayawan dan kini kegiatan tersebut menjadi salah satu ikon seni budaya Pulau Bali.

Sumber : pesona.indonesia.travel