Jelajah Tanahumba 2017 Ramaikan Sumba November Ini

0
889

Mengulang kegiatan tahunan Indonesia Adventure Festival (IAF) kali ini “Jelajah Tanahumba 2017” kembali  berlangsung di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 14-19 November 2017.

Penyelenggaraan event petualangan ini sebagai upaya mempromosikan dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Pulau Sumba, NTT yang memiliki Labuhan Bajo sebagai satu dari 10 destinasi prioritas yang dikembang sebagai ‘Bali Baru’ dalam mendukung target 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan 275 juta pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) di Tanah Air pada 2019 mendatang.

Sebanyak 100 peserta dari dalam dan luar negeri (termasuk media nasional, fotografer, dan agen perjalanan) ikut dalam IAF ‘Jelajah Tanahumba 2017’ untuk berpetualangan menjelajah di 24 lokasi wisata di Pulau Sumba dimulai dari Kabupaten Sumba Barat Daya hingga berakhir di Kabupaten Sumba Timur.

Para peserta akan menginap di kampung adat, mengikuti upacara adat, tarian tradisional, pacuan kuda tradisional, prosesi pembuatan tenun ikat (merupakan warisan budaya Sumba) serta menyatu dalam rangkaian pertunjukan yang akan disaksikan oleh wisatawan.

Sumba yang terdiri dari 4 kabupaten memiliki ciri khas daerahnya masing-masing, misalnya, Sumba Tengah dikenal dengan ritual adat ‘Purung Ta Kadonga Ratu’ yang secara harfiah berarti ‘Turun Ke Lembah Imam’ yang bertujuan untuk meminta berkat hujan dari leluhur agar tanaman padi mereka tidak kering dan tidak menderita kelaparan.

Sementara itu, kerajinan tenun ikat menjadi daya tarik unggulan di Kabupaten Sumba Timur. Kain tenun ikat dari daerah ini biasanya digunakan untuk pakaian adat saat upacara adat dan sebagai pemberian cindera mata.

Kain tenun ikat, memiliki motif yang merepresentasikan nilai-nilai atau keyakinan masyarakat Sumba Timur serta memiliki nilai seni yang tinggi karena diproduksi secara manual dengan pewarna alam dan alat tradisional dan membutuhkan waktu hingga berbulan-bulan untuk menyelesaikannya.

Begitu pula Kabupaten Sumba Barat dan Kabupaten Sumba Barat Daya, memiliki tradisi Pasola yang merupakan ritual pengucapan syukur berupa permainan ketangkasan dan permainan ini dilakukan oleh dua kelompok yang berlawanan dan saling melempar lembing kayu dari atas kuda yang sedang dipacu.

Sumber : pesona.indonesia.travel