Festival Teluk Jailolo, Pesona Budaya Kepulauan Rempah

0
1718

Bello.id – Maluku Utara dikenal sebagai penghasil rempah-rempah terbaik di dunia.

Hal tersebut diangkat menjadi tema dalam Festival Teluk Jailolo yang akan berlangsung 2-7 Mei 2016 mendatang.

Festival yang berlangsung untuk kedelapan kalinya ini mengangkat tema “Pesona Budaya Kepulauan Rempah”.

Festival Teluk Jailolo 2016 “Pesona Budaya Kepulauan Rempah” terbagi ke dalam empat acara besar, yaitu Ritual Budaya, Atraksi Budaya, Gelar Seni Budaya Moloku Kie Raha dan acara puncak Sasadu On The Sea.

Pada pertunjukan Sasadu on the Sea telah dipersiapkan berbagai kreativitas masyarakat lokal Jailolo mulai dari koreografi, permainan instrumen musik, persiapan tata busana, tata rias hingga dekorasi panggung.

Sasadu on The Sea akan diselenggarakan pada 7 Mei, menyuguhkan seni pertunjukan kontemporer yang memadukan unsur tarian tradisional, musik tradisional, drama dan koreografi yang mengakar pada kebudayaan masyarakat Jailolo.

Sementara, Gelar Seni Budaya Moloku Kie Raha yang digelar pada 2-7 Mei dibagi menjadi dua acara, yaitu Gelar Kuliner Tradisional yang memanjakan lidah pengunjung dengan makanan khas lokal, serta Panggung Seni Budaya Moloku Kie Raha yang menyajikan berbagai seni budaya Maluku Utara yang kaya akan filosofi dan seni tradisi.

Pada Parade Budaya yang dilaksanakan pada 5-6 Mei akan disajikan budaya masyarakat Halmahera Barat yang heterogen.

Festival Teluk Jailolo 2016 sangat istimewa karena tahun ini, budaya keempat kerajaan besar di Maluku Utara yaitu Jailolo, Bacan, Ternate dan Tidore akan diintegrasikan dalam ikatan persaudaraan berdasarkan falsafah Moloku Kie Raha.

Dalam bahasa lokal, Moloku Kie Raha berarti persaudaraan penguasa empat gunung dimana gunung diartikan sebagai kerajaan.

Bupati Halmahera Barat, Danny Missy, mengatakan bahwa acara ini digelar untuk menumbuhkan dan mengukuhkan kembali identitas kekayaan Halmahera Barat.

“Inilah yang menjadi daya dorong dalam membangun pariwisata terintegrasi berbasis pelestarian budaya dengan akar sejarah kejayaan Kepulauan Rempah Moloku Kie Raha,” kata Danny Missy dalam konferensi pers peluncuran Festival Teluk Jailolo 2016 di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, Senin (18/4/2016).

Kejayaan masa lalu sebagai bagian dari Kepulauan Rempah masih dapat ditemui sampai sekarang di Jailolo, misalnya pala, cengkeh dan kopra. Kekayaan rempah-rempah ini meresap hingga ke kuliner khas Halmahera Barat yang siap memanjakan lidah para pengunjungnya.

Kamu bisa menemukan segenap potensi Halmahera Barat melalui paket-paket wisata bernuansa petualangan rempah.

Nikmati kuliner di Desa Wisata Guaeria yang bertatapan langsung Teluk Jailolo dan menyiapkan paket kuliner, ataupun singgah di Desa Bobanehena yang mengajarkan masyarakat belajar tentang kehidupan petani cengkeh.

Tidak kalah menarik jika Anda mencoba menyusuri hutan mangrove di Desa Wisata Gamtala. Di sini, kamu diajak menikmati petualangan menyusuri mangrove sambil menyasikan langsung kehidupan masyarakat di sekitar aliran sungai, seperti proses pengolahan sagu, kemudian mencari kerang dan melihat acara-acara adat setempat.

Teluk Jailolo dapat ditempuh melalui Kota Ternate. Perjalanan diteruskan melalui laut dengan speed boat dari Pelabuhan Dufa-Dufa di Ternate menuju Pelabuhan Jailolo dengan waktu tempuh sekira 40 menit.

Sumber : indonesia.travel