Danau Kaolin, Bekas Tambang yang Menjelma Jadi Danau Cantik

0
1831
Danau Kaolin (Bello.id/Nisa)

Bello.id – Pernah melihat Danau Kawah Putih yang ada di Ciwidey? Pemandangan permukaan danau yang kebiru-biruan dengan kabut yang menyelimutinya sangat eksotis dipandang mata.

Ternyata pemandangan seperti ini tidak hanya bisa dilihat di Ciwidey, Belitung pun mempunyai Danau Kawah Putih versinya sendiri, yaitu Danau Kaolin.

Danau Kaolin terletak di Jalan Murai, Desa Air Raya, Kecamatan Tanjung Pandan. Kita hanya perlu waktu kurang lebih 15 menit perjalanan dari pusat kota Tanjung Pandan untuk mengunjunginya.

Danau Kaolin menyuguhkan pemandangan yang memukau yang menjadikannya sebagai salah satu spot favorit para fotografer yang datang ke Belitung.

Begitu kita datang, kita akan disuguhi pemandangan bukit-bukit kecil berwarna putih yang terlihat seperti salju.

Pemandangan ini terlihat semakin cantik ketika berpadu dengan air danau yang begitu jernih dan berwarna toska kebiru-biruan.

Timbunan bekas galian kaolin yang menumpuk, membentuk gunung lengkap dengan padang pasirnya.

Hijaunya pepohonan yang tersisa di sekiling kawasan Danau Kaolin juga menciptakan lukisan alam yang sempurna.

Pesona danau ini akan semakin terlihat pada saat matahari terbenam.

Pemandangan di pinggir danau akan terpantul pada permukaan air danau, begitupun dengan sinar matahari yang menghasilkan pantulan berwarna-warni yang menakjubkan di permukaan danau.

Namun, di balik keindahannya, sebenarnya Danau Kaolin terbentuk dari sebuah ironi.

Berbeda dengan Danau Kawah Putih yang terbentuk secara alami karena adanya aktivitas gunung berapi, Danau Kaolin terbentuk karena adanya aktivitas pertambangan kaolin di daerah tersebut. Lebih tepatnya ia terbentuk dari bekas-bekas pertambangan Kaolin yang telah ditinggalkan.

Apa itu kaolin? Kaolin adalah suatu mineral seperti tanah liat yang berfungsi sebagai bahan industri seperti kosmetik, kertas, makanan, dan pasta gigi.

Kaolin digemari karena sifatnya yang halus, putih, kuat, halus serta daya hantar listrik dan daya hantar panas yang rendah.

Terbentuknya Danau Kaolin ini tidak terlepas dari sejarah masa lalu Belitung sebagai daerah penghasil timah dan kaolin terbesar di Indonesia.

Penambangan timah sudah dilakukan di Belitung sejak tahun 1851, dan seiring dengan banyaknya pendatang, penambangan kaolin pun juga dilakukan.

Setelah habis dieksploitasi, bekas-bekas pertambangan kaolin ini membentuk lubang-lubang.

Lambat laun lubang-lubang tersebut dipenuhi oleh air dari hujan maupun dari sumber mata air di dasar lubang galian. Lubang-lubang galian berisi air inilah yang dikenal masyarakat sebagai Danau Kaolin.

Meskipun merupakan bekas pertambangan, air di danau ini tetap jernih.

Jernihnya air di danau ini disebabkan sifat kaolin yang merupakan mineral tanah liat murni yang tidak berbahaya bagi manusia, asal tidak diminum.

Proses mendapatkan Kaolin di hampir semua pertambangan di Belitung juga hanya menggunakan metode tambang semprot (hydraulicking).

Proses ini hanya menggunakan air bersih untuk mengupas tanah sedalam 1–2 m dengan air, tanpa menggunakan bahan kimia tambahan dan mesin-mesin canggih lainnya.

Diduga, hal ini menyebabkan tidak ada perubahan kimia pada kandungan tanah dan air yang mengisi bekas-bekas galian Kaolin di Belitung sehingga air yang dihasilkan tetap jernih.

Kini Danau Kaolin menjadi tempat favorit para wisatawan atau fotografer yang berkunjung di Belitung.

Keindahan danau Kaolin juga membuat banyak orang menjadikan tempat ini sebagai latar belakang foto pre-wedding mereka.

Danau ini belum diberdayakan secara resmi oleh pemerintah daerah sebagai objek wisata, sehingga tidak ada tiket ataupun uang tambahan yang dipungut untuk dapat mengunjungi Danau Kaolin.

Letaknya yang berada persis di sepanjang Jalan Murai juga membuatnya menjadi bebas untuk dikunjungi siapapun yang melintas.

Untuk berkunjung ke danau ini disarankan pada waktu pagi hari ataupun sore hari, karena ketika siang hari, wilayah ini akan terasa sangat panas akibat tidak adanya pohon besar di daerah ini. Yuk liburan ke Belitung!