Belajar dari Perjalanan Kehidupan Bung Hatta di Bukittinggi

0
2358
Istana Bung Hatta (Foto : panduanwisata.id)

Bello.id – Siapa tak kenal Bung Hatta? Sosok teladan yang satu ini lahir dengan nama kecil Mohamad Athar yang biasa dipanggil Atta oleh keluarga dekatnya. Beliau lahir pada 12 Agustus 1902 di Bukittinggi, Sumatra Barat.

Bung Hatta lahir di tengah keluarga yang religius –ayahnya, H. Muhammad Djamil (Syekh Batuampar) adalah ulama pedagang yang terkenal di sana dan kakeknya, Syekh Abdurrahman, merupakan pendiri utama Surau Batuampar, yakni pesantren yang menjadi pusat pengajaran Thariqah Naqshabandiyyah. Ayahnya meninggal ketika Bung Hatta masih berusia selama delapan bulan.

Bung Hatta hanya di Bukittinggi sampai usianya menginjak sebelas tahun. Setelah itu, beliau hijrah ke Padang untuk meneruskan pendidikan dan berlanjut hingga ke Jakarta dan Belanda.

Pendidikan

Selain belajar agama sejak kecil karena berada di lingkungan ulama, sejak di Bukittinggi Bung Hatta belajar bahasa Inggris dan Prancis secara privat. Bung Hatta mengenyam pendidikan umum di ELS (Europeesche Lagere School) yang setara SD di masa kolonial Belanda dan melanjutkan ke MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) di Padang.

Di tahun 1919, Bung Hatta menempuh pendidikan di HBS (Hogere Burger School) di Jakarta dan terus pergi ke Rotterdam Shool of Commerce di Belanda.

Remaja dan Organisasi

Bung Hatta yang terkenal kaku dan pendiam itu tertarik kepada organisasi Jong Sumatranen Bond yang baru dibentuk pada 1918. Bung Hatta remaja memiliki visi memajukan bangsa khususnya di daerah asal.

Beliau aktif menjadi bagian dari JSB (Jong Sumatranen Bond) dan menjadi bendahara organisasi pemuda Sumatra tersebut. Setahun kemudian, beliau merangkap sebagai sekertaris dan bendahara JBS cabang Padang.

Sejak itulah Bung Hatta terus berupaya mendalami hal-hal berbau politik dan kebangsaan. Ketika di Rotterdam pada masa kuliah itulah Bung Hatta mulai berkiprah dalam dunia politik melalui Indischee Vereeniging, sebuah perkumpulan pelajar Indonesia di Belanda.

Bung Hatta memang bisa jadi tidak sefonomenal Bung Karno, tetapi jasanya tetap tak dapat sedikit pun dikecilkan. Jika kamu sedang berada di Bukittinggi, tidak ada salahnya kamu coba mampir ke rumah yang pernah menjadi bagian cerita kehidupan Bung Hatta di Bukittinggi dan kini dijadikan museum.