4 Wisata Religi di Pulau Penyengat

0
3767

Pulau Penyengat yang masih termasuk ke dalam gugusan Kepulauan Riau ini memiliki areal seluas 3,5 kilometer.

Pulau ini berbukit-bukit, tanahnya terdiri dari pasir bercampur kerikil, sedangkan pantainya berkarakter landai.

Pulau ini dapat ditempuh dengan perahu atau pompong dalam waktu 5-10 menit, jaraknya hanya sekira 1,5 kilometer dari bibir Kota Tanjungpinang.

Di pulau ini terdapat beberapa situs peninggalan kerajaan Islam yang bersejarah, yaitu:

Masjid Raya Pulau Penyegat/Masjid Raya Sultan Riau

Masjid Raya ini adalah ikon Pulau Penyengat dengan cat warna kuning yang sangat khas. Aspek yang paling menarik dari pembagunan masjid ini yaitu penggunaan lem putih telur untuk membangun dinding masjid.

Ruang shalat disangga oleh empat tiang besar. Atapnya berbentuk kubah sebanyak 13 buah dan menara sebanyak empat buah mengikuti jumlah rakaat shalat sehari semalam.

Hal menarik lain adalah masih disimpannya Alquran tulis tangan, serta lemari perpustakaan Kerajaan Riau-Lingga yang pintunya berukir kaligrafi.

Makam Raja Ali

Ini merupakan kompleks makam yang dikelilingi tembok, terbuat dari batu karang dan bata. Di halaman kompleks ini terdapat banyak makam lain dan juga dua buah kolam.

Makam Raja Ali berdampingan dengan makam Raja Ja’far di dalam satu cungkup.

Raja Ali Yang Dipertuan Muda Riau Vii memerintah pada 1844-1857. Pada masa pemerintahannya terjadi pembagunan fisik yang pesat, termasuk mendirikan dermaga beton dan istana yang megah.

Gudang Mesiu

Dengan gaya Eropa, bangunan ini dikelilingi tembok setinggi 1,65 m dan tebalnya 20 cm. Atap gudang berbentuk setengah lingkaran, sedangkan bagian belakang bertingkat tiga.

Gudang Mesiu didirikan pada masa pemerintahan Sultan Assyaidis Suarif Hasyim.

Kompleks Raja Abdurrahman

Kompleks makam ini terletak di belakang Masjid Raya Pulau Penyengat. Untuk mencapai ke lokasi, Anda harus menaiki tangga. Di bagian atas tembok pagar terdapat pahatan seperti kendi.

Raja Abdurrahman Yang Dipertuan Muda VII terkenal dengan sebutan Marhum Kampung Bulang memerintah pada tahun 1832-1844. Ia adalah seorang pemrakarsa pembangunan Masjid Raya Pulau Penyengat.

Sumber : Kementerian Pariwisata