Penuh Kejutan di Buleleng Bali Dive Festival 2016

0
1510
Bulelelng (Foto : posbali.id)

Bello.id – Bali utara yang tenang dan penuh kejutan dengan biota lautnya mengundang kamu menikmati semua pesonanya dalam Buleleng Bali Dive Festival (BBDF) 2016.

Acaranya akan diseleggarakan pada 23-26 Oktober 2016. Desa Pemuteran yang sudah terkenal sebagai titik menyelam akan menjadi tuan rumah festival ini.

BBDF 2016 bertujuan untuk memperkenalkan kepada masyarakat terkait manfaat dari konservasi terumbu karang. Kegiatannya akan dikemas secara menarik lewat pagelaran seni budaya bertaraf internasional.

Penyelam dari seluruh dunia pun diundang untuk menyaksikan langsung keindahan biota laut Buleleng dan ditawarkan berpartisipasi langsung di dalamnya, serta mempelajari program-program konservasi di Desa Pemuteran.

Festival akan menampilkan Parade Seni Bawah Laut, Reef Check Monitoring, Lomba Fotografi Bawah Air, Lukisan Hidup, Underwater Expo, Bazaar Kuliner, Panggung Seni Pertunjukan, Biorock, Lokakarya Konservasi Terumbu Karang dan pelepasan patung Bedawang Nala yang menjadi ikon BBDF 2016.

Tahun ini Bedawang Nala terpilih sebagai ikon festival karena melambangkan Mother Earth dan keseimbangan universal yang harmoni. Patung ini dibuat dari karang oleh tim seniman spesialis biorock dan diletakkan di dasar laut.

Sementara itu, kamu bisa menikmati seni pertunjukan Gebug Ende yang dibawakan oleh Pemuteran Community Heritage Celebration.

Ini adalah sajian yang menggabungkan seni pertunjukan dengan ritual pertempuran, biasanya dilakukan untuk mengundang hujan selama musim kemarau. Ritual ini dipersembahkan kepada alam semesta dan roh-roh untuk meminta berkah dari para dewa.

Desa Pemuteran merupakan salah satu contoh eratnya komitmen nelayan setempat dalam menjaga alam bawah laut di sekitarnya. Terumbu karang di wilayah ini pernah hancur akibat penangkapan ikan menggunakan bahan-bahan yang berbahaya dan juga sedimentasi.

Setelahnya, nelayan setempat sadar bahwa mereka perlu melakukan program restorasi untuk menyelamatkan biota laut tersebut.

Hasil dari upaya kolektif yang dilakukan masyarakat dan nelayan setempat, kini menjadikan Desa Pemuteran memiliki ikan dan karang dengan warna-warni cerah. Mereka pun bangga bahwa upayanya berhasil dan sukses.

 

Sumber : pesonaindonesia.travel